Surat wasiat tidak hanya berisi mengenai harta saja. Banyak hal yang dapat Anda tuliskan dalam surat tersebut Anda, namun ada syarat dan ketentuan yang berlaku sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia.

Apakah surat wasiat itu? Apa saja isi surat tersebut?

Merupakan sebuah pernyataan sah tertulis yang salah satunya berisi mengenai distribusi atau perpindahan harta (aset dan kewajiban). Pernyataan tersebut dibuat oleh penulis sebagai pewasiat untuk mencalonkan beberapa orang dalam mengurusi hartanya apabila pewasiat meninggal dunia. Wasiat juga berisi amanat wasiat yang hanya berlaku setelah kematian pewasiat.

 Walaupun surat tersebut harus dibuat dalam bentuk tertulis atau akta, hukum perdata tidak menentukan apakah harus dibuat dalam bentuk akta di bawah tangan (dibuat dan ditandatangani sendiri pemberi wasiat) atau akta otentik (dibuat oleh dan di hadapan notaris), sehingga keduanya diperkenankan.

Pada praktek di lapangan, surat tersebut umumnya dibuat dalam bentuk akta otentik oleh notaris, karena akta otentik memiliki kekuatan hukum yang sah dengan bukti yang kuat. Akan tetapi, meskipun sebuah surat wasiat dibuat dibawah tangan, proses otentikasi diperlukan langsung oleh notaris yang akan menyimpan, membuatkan akta penyimpanan, dan mendaftarkan surat tersebut di Pusat Daftar Wasiat, Departemen Hukum dan HAM. Di Indonesia.

Terdapat tiga jenis surat wasiat, antara lain:

1 Surat Wasiat Umum

Merupakan surat yang dibuat oleh dan di hadapan notaris. Pada pembuatan surat tersebut, pemberi wasiat datang sendiri ke kantor notaris dan menyatakan wasiatnya di hadapan notaris. Notaris akan menuliskan apa yang disampaikan pemberi wasiat, kemudian menandatangani surat tersebut. Selain notaris dan pemberi wasiat, surat tersebut harus ditandatangani oleh  dua orang saksi.

2 Surat Wasiat Olografis

Surat jenis ini ditulis dan ditandatangani sendiri oleh pemberi wasiat yang selanjutnya menyimpan surat tersebut di notaris. Melalui proses penyimpanan tersebut, notaris membuatkan Akta Penyimpanan Wasiat yang ditandatangani oleh notaris, pemberi wasiat, dan saksi-saksi.

Surat ini dapat disimpan di notaris secara terbuka atau disegel secara tertutup. Surat Wasiat Olografis terbuka, penulis menyerahkan pada  notaris sehingga notaris dapat melihat dan membaca surat itu untuk memahami isinya, kemudian memberikan keterangan mengenai penyimpanan itu di bagian bawah surat wasiat.

Berbeda halnya dengan Surat Wasiat Olografis tertutup (tersegel). Notaris tidak dapat membaca isinya. Oleh karena itu, notaris akan mencatat keterangan yang diberikan oleh pemberi wasiat saat ia menyerahkannya. Surat yang dibuat secara tertutup akan dilengkapi notaris dengan keterangan dalam akta terpisah yang menerangkan penyimpanan surat tersebut. Sebelum meninggal dunia, pewaris dapat  mencabut atau mengubah isi surat tersebut. Pihak notaris selanjutnya akan membuat akta khusus untuk pencabutan atau perubahan pada surat tersebut.

3 Surat Wasiat Rahasia

Surat yang dibuat oleh pemberi wasiat secara tertutup. Pemberi Wasiat selanjutnya akan menyerahkan surat itu ke notaris dalam keadaan tertutup di hadapan 4 orang saksi. Dalam proses penyerahan surat wasiat ke notaris, pemberi wasiat akan menerangkan bahwa di dalam surat tertutup itu tercantum wasiatnya. Pemberi wasiat juga menjelaskan bahwa surat itu merupakan buatannya sendiri secara sadar tanpa paksaan, dan yang bersangkutan telah menandatangani surat tersebut. Berdasarkan  penyerahan itu notaris selanjutnya membuat akta penjelasan yang ditandatangani oleh pemberi wasiat, notaris, dan saksi-saksi.

Syarat pembuatan surat wasiat agar tidak cacat

1 Pemberi Wasiat Telah Dewasa

Pemberi Wasiat yang sah secara hukum adalah  seseorang yang telah dewasa, yaitu berusia minimal 21 tahun. Pemberi Wasiat dapat dianggap telah dewasa meskipun belum 21 tahun kalau ia pernah melakukan perkawinan.

2 Pemberi Wasiat Harus Memiliki Akal Sehat

Akal sehat yang dimaksud adalah kesehatan rohani yang tidak mengganggu jiwa pemberi wasiat. Selain kesehatan rohani, pemberi wasiat juga tidak boleh berada dalam tekanan maupun paksaan saat menulis surat wasiat. Pemberi wasiat harus berada dalam kondisi kejiwaan yang stabil, tidak sedang dalam pengaruh obat-obatan tertentu dan tidak berada dalam kekhilafan, kekeliruan,  maupun sedang berada dibawah pengampuan.

3 Obyek Wasiat Dijelaskan Secara Tegas

Yang dimaksud obyek wasiat adalah harta benda yang ingin diwasiatkan. Kepemilikan obyek wasiat  harus secara hukum milik pemberi wasiat dan disebutkan secara rinci. Penyebutan obyek wasiat secara rinci dan jelas harus disesuaikan dengan dokumen-dokumen kepemilikan dari obyek wasiat tersebut. Contohnya untuk aset berupa tanah, Sertifikat Hak Milik (SHM) harus atas nama pemberi wasiat. Anda dapat menggunakan Aplikasi Finansialku untuk membantu mencatat aset Anda.

Selain syarat kepemilikan, syarat lain yang harus dimiliki obyek wasiat adalah sah secara hukum. Obyek wasiat harus jelas status hukumnya, sehingga bukan merupakan barang-barang yang bertentangan dengan hukum maupun kesusilaan atau kepentingan umum.

4 Pihak yang Terlibat

Surat wasiat sebaiknya ditandatangani oleh semua pihak yang berkepentingan. Pihak yang berkepentingan meliputi pemberi wasiat, notaris dan para saksi. Tanda tangan notaris dibubuhkan pada surat tersebut atau akta-akta pendukung wurat wasiat supaya keotentikan surat tersebut dan kekuatan hukumnya cukup. Selain saksi-saksi yang menyaksikan pemberian wasiat tersebut, pelaksana wasiat juga ikut menandatangani surat tersebut sebagai bentuk konfirmasi persetujuannya mengeksekusi wasiat.

5 Pencabutan Wasiat

Surat wasiat dapat diubah dan dicabut selama pemberi wasiat hidup. Untuk memastikan tidak ada wasiat lain yang diberikan kepada selain pihak-pihak yang tercantum dalam surat wasiat, maka dalam surat wasiat harus dicantumkan pencabutan wasiat-wasiat sebelumnya tersebut tanpa pengecualian.

Untuk pelayanan kedukaan 24 jam terbaik silahkan menghubungi kami di 0821 5000 11 11 dan 0804 150 11 11

Berikut adalah mitra lokasi rumah duka PPK Tabitha

Rumah Duka Husada dengan alamat Jl. Mangga Besar Raya No. 137, Jakarta Barat
Rumah Duka RS PGI Cikini dengan alamat Jl. Raden Saleh No. 40 Cikini – Jakarta Pusat
Rumah Duka RSAB Harapan Kita dengan alamat Jl. Letjen S. Parman Kav. 87, Slipi, Jakarta Barat
Rumah Duka Bandengan dengan alamat Jl. Bandengan Utara, Pejagalan, Penjaringan, Kota Jakarta Utara
Rumah Duka Oasis Lestari dengan alamat Jl. Gatot Subroto KM.7-8, Jatake, Jatiuwung, Tangerang, Banten
Rumah Duka Fatmawati dengan alamat Jl. Komp. Rs. Fatmawati No.1, Cilandak, Kota Jakarta Selatan
Rumah Duka Sentra Medika dengan alamat Jaya Atmaja Jl. Raya Mayor Oking Jaya Atmaja No.9, Cibinong, Bogor, Jawa Barat 1691


Lainnya

image
15 Mar 2018 | 1859 dibaca

Makna Luhur dibalik Sam Seng

image
03 May 2018 | 1270 dibaca

5 Ciri Sobat Yang Baik

image
30 Nov -0001 | 11549 dibaca

Belajar Memaknai Kematian

image
30 Nov -0001 | 10117 dibaca

6 Tips Penting Didalam Memilih Rumah Duka

image
27 Jul 2018 | 1960 dibaca

Menghadirkan Cinta Tuhan bagi Semua

image
05 Nov 2021 | 186 dibaca

Menjadi Member